Techno

WhatsApp dan Instagram sempat Lancar Jumat Malam, Sampai Kapan Pembatasan Akses Dilakukan?

Pembatasan akses penggunaan WhatsApp dan media sosial Instagram masih dilakukan hingga situasi kembali kondusif. Sebelumnya, WhatsApp hanya bisa digunakan untuk mengirim pesan teks. Karena kondisi sedemikian rupa, banyak pengguna WhatsApp dan Instagram yang menggunakan VPN untuk melancarkan koneksi mereka.

Berdasarkan keterangan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, pembatasan akses akan dibuka jika situasi sudah kondusif. Kondusif tidaknya situasi yang dimaksud Rudiantara, akan diberitahukan jika pihak keamanan telah memberikan laporan. "Tunggu kondusif ya, yang bisa menyatakan suasana kondusif atau tidak tentu dari pihak keamanan."

"Dari sisi intelijen dari sisi Polri dari sisi TNI, kalau kondusif kita akan buka akan fungsikan kembali fitur fitur." Sementara itu, Menko Polhukam, Wiranto, menyebutkan pembatasan akses dilakukan selama dua hingga tiga hari sejak Selasa (21/5/2019). "Ya dua tiga hari berkorban untuk tidak melihat gambar, kalau teks, bisa," ungkap Wiranto pada Kompas.com .

Terkait pembatasan sementara, Rudiantara meminta maaf dan berharap masyarakat memahami langkah yang diambilnya. "Saya mohon maaf apabila ada yang dirugikan. Saya mohon pengertiannya masyarakat yang terdampak," katanya dalam wawancara dengan Kompas TV . Pembatasan terhadap WhatsApp, Instagram dan media sosial Facebook dilakukan untuk menghindari informasi hoaks dan negatif terkait hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5/2019) lalu.

Juga untuk menghindari provokasi hingga penyebaran konten foto dan video hoaks soal Aksi 22 Mei 2019. Menurut Rudiantara, pembatasan akses sementara ini sukses menahan penyebaran hoaks terkait Aksi 22 Mei 2019. "Blokir ini efektif terutama untuk penyebaran video, karena kalau video itu efeknya lebih besar dibandingkan dengan foto."

"Video itu paling cepat menyentuh emosi," kata Rudiantara, Kamis (23/5/2019), dilansir Kompas.com . Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lagi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi terkait pembatasan akses WhatsApp dan Instagram. Terkait pembatasan akses WhatsApp dan media sosial, banyak pengguna memilih menggunakan VPN sebagai alternatif.

Apa itu VPN? VPN atau Virtual Private Network adalah koneksi antar jaringan yang bersifat pribadi, tanpa pengawasan pemerintah. Namun, di balik kemudahan menggunakan VPN, ada risiko mengintai para penggunanya. Penggunaan layanan VPN untuk menembus pembatasan akses pemerintah berpotensi terjadi pencurian data pengguna.

Risiko tersebut bertambah besar bila menggunakan VPN yang tidak dipercaya. Data yang dicuri bisa meliputi nama pengguna, alamat, username, password, dan data penting lainnya. Dalam dunia internet, ada istilah Malvertising.

Malvertising adalah proses penyaluran Malware ke perangkat komputer maupun smartphone yang menggunakan VPN gratis. Saat kita berselancar di web menggunakan VPN, secara tidak sadar virus atau malware dapat dengan mudah masuk ke perangkat melalui iklan yang terpasang dalam sebuah web. Beberapa layanan VPN dapat berpotensi melancarkan serangan Man in the Middle.

Man in the Middle adalah serangan terhadap sebuah sistem perangkat yang salah berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Pihak ketiga dapat menggunakan IP Address kita sebagai Network Endpoint. Network Endpoint berguna untuk meningkatkan bandwith layanan VPN untuk meningkatkan kecepatan internet pemakai internet lainnya.

Sejumlah layanan VPN memiliki jalur rahasia yang mempunyai banyak lubang. Lubang tersebut memperbesar kemungkinan untuk pencurian data hingga kebocoran alamat IP. Kebocoran alamat IP bisa saja digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk meretas dan mencuri dari pengguna VPN.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close