Nasional

TRIBUNNEWSWIKI : Prabowo Subianto

Prabowo Subianto Letnan Jenderal H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo Jakarta, 17 Oktober 1951 Kantor DPP Partai Gerindra, Jl. Harsono RM No. 54, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12550, Telp (021) 7892377, 7801396

Jalan Kertanegara No. 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta SD Victoria Institution, Kuala Lumpur, Malaysia (1960 1963) SMP International School, Zurich, Swiss (1963 1964)

SMA American School, London, Inggris (1964 1967) Akademi – Akademi Militer Nasional, Magelang, Jawa Tengah (1970 1974) The Army Special Forces Training Course, Fort Bragg, Amerika Serikat (1980)

The Army Special Forces Training Course, GSG 9, Jerman (1981) The Advanced Infantry Officers Course, Fort Benning, Amerika Serikat (1985) Letnan Jenderal H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, atau akrab dengan Prabowo Subianto mulai dikenal secara luas sejak ia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009. Kariernya di dunia militer sangat cemerlang dan naik begitu pesat.

Dikutip dari , secara professional, kariernya dimulai pada sejak tahun 1974, saat ia bergabung sebagai anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Belum lama menjadi anggota Kopassus, Prabowo ditugaskan ke Timor Leste. Tidak tanggung tanggung, ia diberikan amanah sebagai Komandan Pleton Grup I Kopassus. Setelah menyelesaikan tugasnya di Timor Leste, pada 1981 bersama Mayor Luhut Binsar Pandjaitan dan beberapa perwira lain kembali dikirim ke Jerman. Di sana mereka menjalani Pendidikan di Polisi Elit Jerman Barat, Grenzschutzgrupppe 9 (GSG 9) untuk belajar tentang penanganan terorisme. Pulang dari Jerman, karier Prabowo semakin cemerlang. Ia didaulat menjadi Wakil Komandan Datasement 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus dari tahun 1983 sampai 1985.

Pada tahun 1985, ia ditempatkan di Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebagai Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 sampai tahun 1987. Kemudian pada tahun 1991 sampai 1993, ia menjadi Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 di Kostrad. Kariernya terus naik, di Kopassus ia diangkat sebagai Komandan Grup 3 pada tahun 1993. Setahun kemudian ia diangkat menjadi Wakil Komandan Kopassus, dan pada tahun 1995 sampai 1996, ia menjabat sebagai Komandan Kopassus. Kariernya di dunia militer semakin moncer ketika ia ditunjuk sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada 1996 asmpai 1998. Ketika menjadi Komandan Jenderal Kopassus, ia ditugaskan untuk memimpin pembebasan sandera Mapenduma.

Dalam operasi tersebut, Prabowo Bersama timnya berhasil menyelamatkan 10 dari 12 peneliti yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Puncak kariernya terjadi pada 1998, ketika ia ditunjuk sebagai Panglima Kostrad (Pangkostrad) yang membawahi sekitar 11.000 prajurit. Saat itu, ia juga memegang peran penting di dalam TNI AD, dimana ia ditugaskan untuk mengamankan Jakarta karena situasi yang sedang kacau saat terjadi reformasi. Saat itu, mahasiswa melakukan aksi besar besaran untuk menuntut mundurnya Soeharto yang sudah menjadi presiden selama lebih dari tiga dasawarsa itu.

Sayangnya karier Prabowo juga merosot dengan pesat. Sehari setelah Soeharto yang juga mertuanya mengundurkan diri, jabatannya sebagai Pangkostrad dan Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI dicopot. Pemberhentian ini dilakukan setelah ia menjalani siding Dewan Kehormatan Perwira terkait beberapa kasus. Salah satunya adalah kasus penculikan aktivis yang disebut sebut dilakukan oleh Tim Mawar. Nama Prabowo terseret karena dialah yang membawahi Tim Mawar itu. Meski tidak terbukti ia telah memberikan instruksi untuk melakukan penculikan, namun ia tertap disalahkan karena tidak mampu mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Sejak saat itu, kariernya di dunia militer akhirnya harus terhenti.

Pasca berhenti dari dunia militer, Prabowo mulai masuk ke dalam dunia bisnis dan politik. Di dunia bisnis, namanya tercatat sebagai salah satu pemegang peranan penting di beberapa perusahaan. Dikutip dari daftar riwayat hidup calon presiden yang dimiliki KPU, pada tahun 2001 sampai 2009, namanya tercatat sebagai Presiden / CEO PT. Kertas Nusantara. Adapun sejak tahun 2002 sampai sekarang, namanya masih tercatat sebagai Presiden / CEO PT. Nusantara Energy dan sebagai Komisaris Utama PT. Tidar Kerinci Agung. Sementara itu, di dunia politik kariernya dimulai sejak tahun 2004 ketika ia bergabung Bersama Partai Golkar. Ia bahkan pernah menjadi kandidat capres dari Partai Golkar, namun namanya kalah dari Wiranto.

Akhirnya Prabowo keluar dari Partai Golkar dan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada tahun 2008. Dalam Pemilu 2009, Gerindra langsung bisa meraih 26 kursi di DPR RI. Prabowo juga maju mendampingi Megawati Soekarnoputri dalam Pilpres 2009. Namun mereka hanya mampu meraih suara 26,79 persen, masih kalah dari pasangan SBY – Boediono. Pilpres berikutnya pada 2014, Prabowo kembali maju dalam bursa Pilpres. Kali ini ia bahkan langsung menjadi calon presiden, berdampingan dengan Hatta Rajasa. Namun lagi lagi suaranya masih kalah dari pasangan Joko Widodo dan M. Jusuf Kalla yang menjadi presiden dan wakil presiden untuk periode 2014 2019.

Ia tidak patah semangat. Di Pilres 2019 ini, ia kembali mencalonkan diri sebagai presiden berpasangan dengan Sandiaga Salahudin Uno sebagai cawapresnya. Ia kembali head to head dengan Joko Widodo yang maju sebagai calon petahana didampingi oleh Ma’ruf Amin. Saat ini, belum dapat dipastikan siapa yang menang dalam Pilres 2019. Proses perhitungan suara di KPU masih berlanjut. Proses perhitungan sudah mencapai angka 71,64%, dengan perolehan suara sementara Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebesar 56,19% dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno 43,81%.

Prof Soemitro Djojohadikusumo Dora Marie Sigar Siti Hediati Hariyadi (cerai)

Didit Prabowo Partaigerindra.or.id Prabowosubianto.info

@prabowo @prabowo

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close