Internasional

Ternyata Terbuat dari Plastik Pembeli Rumah Dijanjikan Pemandangan Taman Lengkap dengan Kolam

Pembeli rumah asal China dijanjikan pemandangan ala taman di kediaman yang dibelinya. Namun saat pembeli itu diserahkan kunci dan melihat langsung ke lokasi, pemandangan yang dijanjikan penjual tak sesuai kenyataan. Pembeli ditawari rumah dengan asri lengkap dengan kolam.

Tapi ternyata, pemadangan alam yang dijanjikan tersebut tidak alami. Seperti yang diberitakan Hunan Satellite TV Minggu (17/11/2019) lalu, area kolam yang dijanjikan rupanya terbuat dari material plastik warna biru, meski jembatannya nyata. "Jadi saya bisa berdiri di atas air biru, yang memang tidak nyata. Tidak ada batu atau tanaman lain," ucap pemilik rumah yang baru.

Di area yang lebih luas, paving blok rumput, yang ditutupi dengan lumpur kuning dan dihiasi rumput layu, menyelimuti area yang seharusnya berupa rumput asli. "Kami sama sekali tidak senang dengan paving rumput ini. Biasanya digunakan untuk parkiran mobil." "Tapi ini bukan area parkir. Ini area terbuka di luar masing masing gerbang gedung yang mereka sebut area vegetasi."

Sementara itu developer properti Changsha Shiji Yujing Real Estate mengatakan mereka tak pernah menjanjikan danau buatan di area perumahan, meski dalam brosur tertulis "keindahan alam." Seorang anggota staf developer mengatakan paving blok rumput dibangun sesuai dengan standar pemerintah. "Kami melakukannya karena kami harus memperhitungkan persyaratan keselamatan kebakaran dan kebutuhan pemandangan," kata karyawan itu.

Seperti yang dilansir South China Morning Post, kantor sub distrik yang mengelola masyarakat telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan pemilik rumah. Mereka bekerja dengan departemen perencanaan kota untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada November 2018 lalu, banyak rumah di Jepang dijual dengan diskon besar besaran bahkan gratis.

Rumah rumah tersebut kebanyakan merupakan rumah kosong dan terbengkalai yang berada di desa kecil. Seperti yang diberitakan mStar, Jepang memiliki setidaknya 10 juta rumah yang terbengkalai. Skema akiya dibuat agar bisa membantu keluarga keluarga muda untuk memiliki rumah atau terlibat dalam bisnis properti.

Dalam skema akiya tersebut, rumah dijual dengan harga sangat murah, bahkan ada beberapa yang gratis. Dalam bahasa Jepang, akiya sendiri berarti kosong atau ditinggalkan. Skema ini juga memberikan subsidi untuk biaya renovasi rumah.

Meski begitu, karena beberapa takhayul yang ada di Jepang, rumah kosong dan terbengkalai sangat susah dijual. Rumah seperti itu sering dihubung hubungkan dengan bunuh diri, pembunuhan, atau Kodokushi . Kodokushi merupakan suatu fenomena di mana seseorang meninggal sendirian di rumah karena memang tak punya keluarga atau teman dekat.

Jasadnya baru ditemukan tak bernyawa setelah beberapa lama. Karena itulah, rumah rumah seperti itu dianggap buruk. Ada beberapa persyaratan bagi seseorang yang ingin membeli rumah rumah itu.

Contohnya, semua anggota keluarga harus berusia tidak lebih dari 43 tahun dan harus ada anak anak yang berusia cukup untuk masuk SD. Namun, ada pula beberapa resiko yang membuat banyak orang tak berminat pada rumah Akiya ini. Pertama, biaya renovasi mungkin akan sama dengan membeli rumah di tempat lain.

Selain itu, ada kemungkinan pemilik properti asli tiba tiba datang dan meminta kembali hak mereka. Selain itu, bagi sebagian besar warga Jepang, membeli rumah akiya bisa disebut gagal. Membeli rumah akiya seakan menjadi pilihan terakhir bagi pasangan muda di Jepang.

Sebab, harga rumah cenderung mahal, terutama di Tokyo. Di Tokyo per Januari 2018, rata rata rumah standar dijual dengan harga kira kira 89 juta Yen, atau sekitar Rp 11,4miliar.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close