Sains

Ternyata Ini Hewan Lain yang Disebut Bisa Merasakan Tanda Gempa Selain Ikan Oarfish

Temuan ikan Oar atau Oarfish di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan menjadi viral di media sosial. Dalam foto dan video yang tersebar di sosmed, ikan tersebut ditemukan dengan panjang lebih dari 3 meter. Warna dan corak dari ikan oar pun beragam seperti bintik hijau dan hitam serta merah pada siripnya.

Ikan yang nampak bersisik putih dan merah itu adalah ikan legenda di Jepang. Pasalnya ikan oar digadang gadang sebagai pertanda gempa yang dahsyat. Daryono pun membenarkan jika oarfish adalah ikan yang sudah lama menjadi legenda di Jepang.

"Sejak dulu di Masyarakat Jepang memang sudah ada legenda bahwa oarfish konon sebagai pembawa pesan dari dasar laut," Meski oarfish menjadi legenda di Jepang, menurut Daryono tanpa ada penelitian ilmiah maka tidak akan diketahui secara pasti cerita itu fakta atau mitos belaka. "Tampaknya tanpa ada penelitian ilmiah, maka tidak akan pernah diketahui apakah cerita rakyat tersebut fakta atau hanya legenda saja," tuturnya.

Daryono pun menegaskan kemunculan ikan oarfish di Selayar, tidak berarti akan terjadi gempa. "Hasil kajian statistik terbaru mengungkap bahwa jenis ikan laut dalam seperti oarfish yang muncul di perairan dangkal tidak berarti bahwa gempa akan segera terjadi," ungkapnya. Ternyata kehebohan binatang yang dikaitkan dengan pertanda gempa bumi tidak kali ini saja terjadi.

Seperti yang diberitakan , memang ada sejarah yang mencatat mengenai hewan yang bertingkah aneh saat hendak terjadi gempa. Tingkah aneh hewan hewan bisa terjadi pada hari hari atau bahkan hitungan menit sebelum terjadi gempa. Satu di antara contoh yang terkenal dicatat dalam sejarah Helike, sebuah kota Yunani kuno.

"Selama musim dingin tahun 373 SM, semua tikus, ular, kelabang, dan kumbang serta setiap makhluk lain yang sejenis di kota itu pergi," tulis penulis Romawi Aelianus. "Setelah makhluk makhluk ini pergi, gempa bumi terjadi di malam hari; kota itu surut; gelombang besar membanjiri dan Helike menghilang." ujarnya. Pada Februari 1975, gempa berkekuatan 7,3 melanda Haicheng, sebuah kota berpenduduk 1 juta orang yang terletak di provinsi Liaoning, China.

Tetapi satu hari sebelumnya, pejabat kota sudah memerintahkan evakuasi kepada warga yang ternyata didasarkan pada laporan tingkah aneh hewan. Seperti ular yang berhibernasi di daerah itu, misalnya, meninggalkan tempat persembunyian musim dingin mereka berbulan bulan sebelum normal. Evakuasi awal Haicheng ditujukan untuk menyelamatkan ribuan nyawa manusia.

Petugas kebun binatang di Taman Zoologi Nasional Smithsonian di Washington, DC, melaporkan bahwa banyak hewan mereka mencari perlindungan atau membuat panggilan darurat. Itu terjadi pada menit menit sebelum gempa berkekuatan 5,8 melanda wilayah tersebut pada sore hari 23 Agustus 2010. Ular malam seperti kepala tembaga keluar dari persembunyian, kera pindah ke puncak pohon dan flamingo meringkuk beberapa saat sebelum gempa itu dirasakan oleh penjaga kebun binatang.

Di antara studi ilmiah mengenai dokumentasi tingkah hewan sebelum gempa, studi pertama datang dari Italia. Tim ilmuwan menghabiskan waktu satu bulan untuk menyelidiki perilaku pengembangbiakan kodok (Bufo bufo) pada bulan April 2009. Alasannya, kodok biasanya berkembang biak di kolam dangkal di danau.

Tetapi pada satu waktu, sebagian besar kodok tiba tiba menghilang. Dan ternyata lima hari kemudian, gempa bumi yang kuat melanda wilayah tersebut. Kodok kembali ke kolam setelah terjadi gempa susulan terakhir.

Para peneliti mempublikasikan temuan mereka di Journal of Zoology. "Ini adalah pertama kalinya setiap studi benar benar mendokumentasikan perilaku yang tidak biasa sebelum gempa bumi dengan cara ilmiah dan metodis," kata ketua penulis studi Rachel Grant, seorang ahli zoologi dari Universitas Terbuka di Inggris, kepada LiveScience.com .

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close