Travel

Termasuk Pakai Sandal Jepit 9 Hal yang Umum Dilakukan di Indonesia Ternyata Dilarang di Luar Negeri

Liburan ke luar negeri tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan, khususnya saat momen perayaan Natal dan Tahun Baru. Banyak aktivitas wisata seru yang bisa traveler lakukan selama liburan ke luar negeri. Mulai dari menikmati keindahan alam, merasakan keramahan penduduk setempat hingga menyantap kuliner khas akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Namun sebelum liburan ke luar negeri, ada baiknya traveler mengetahui beberapa aturan dan larangan di negara tujuan. Berbagai negara memiliki aturan yang berbeda. Ada hal sepele yang biasa kita lakukan di negara sendiri, ternyata tak boleh dilakukan di negara lain.

Misalnya saat liburan ke Singapura, traveler sebaiknya tidak membawa permen karet atau mengunyahnya di tempat umum. Sementara Amerika Serikat, yang terkenal sebagai negara liberal, ternyata tak mengizinkan penjualan permen ata cokelat yang di dalamnya berisi hadiah berupa mainan. Bila nekat, siap siap merogoh kocek untuk membayar denda 2.500 dolar AS per butir.

Ingin tahu aturan dan larangan unik di berbagai negara lainnya? China melarang sosial media maupun aplikasi pesan singkat beroperasi di negaranya. Kalau traveler berkunjung ke China, siap siap untuk tak menggunakan Whatsapp.

Otoritas Cyberspace Administration di China menuntut Whatsapp untuk menghentikan informasi ilegal yang beredar di negara tersbut. Sebuah kota di Rusia, Chelyabinsk memiliki aturan unik. Kota ini melarang warganya mengendari mobil kotor.

Jika nekat, artinya melawan hukum yang berlaku dan akan didenda 200 rubel atau sekitar 35 dolar AS. Pada tahun 2004, beberapa negara di Asia Tenggara memberlakukan larangan ketat mengimpor karet. Namun Sigapura ternyata sudah lama menerapkan larangan pada permen karet.

Bagi warga atau wisatawan yang melangar, siap siap membayar denda 500 dolar AS Capri merupakan sebuah pulau yang terletak di wilayah Campania, Italia. Kota ini menjadi tujuan wisata yang cukup populer di Italia.

Jika traveler berencana mengunjungi Capri, sebaiknya jangan jalan jalan pakai sandal jepit. Baik sandal jepit atau alas kaki yang menimbulkan suara keras sangat dilarang digunakan di kota ini. Ada banyak larangan bagi wanita muslim yang berlaku di beberapa negara.

Dai antara aturan tersebut, ada larangan mengendarai mobil, mengeluarkan suara merdu, membaca majalah fashion dan lain sebagainya. Namun di Jeddah, Arab Saudi wanita muslim dilarang menggunakan kolam renang hotel atupun fasilitas spa. Hawaii terkenal sebagai tujuan wisata populer saat musim panas karena banyak wisatawan terpukau dengan pulau tropisnya.

Namun, di balik keindahan pantainya, Hawaii memiliki aturan yang cukup unik. Jika kamu liburan ke Hawaii, sebaiknya tidak bernyanyi di malam hari, bermusik atau membuat suara gaduh lainnya setelah matahari terbenam. Di Honolulu, bernyanyi dengan suara keras setelah matahari terbenam adalah perbuatan ilegal.

Jika traveler berniat liburan ke Milan, pastikan suasana hatimu tidak kacau karena kamu harus terlihat ceria dan tersenyum. Kota metropolis di Italia ini juga memiliki larangan mengerutkan kening. Kota ini menyatakan warganya harus tersenyum setiap saat, kecuali selama pemakaman atau berkunjung ke rumah sakit.

Bukan rahasia lagi jika negara di bawah kekuasaan Kim Jong Un punya banyak aturat ketat. Sebagian aturan di Korea Selatan bahkan terdengar tak masuk akal. Meski demikian, aturan di Korea Selatan harus dipatuhi baik warga maupun wisatawan yang liburan ke Korea Selatan.

Sebelum traveler liburan ke Korea Selatan, sebaiknya mengetahui jika negara ini melarang warganya memakai celana jeans khususnya jins warna biru. Artinya, tak masalah jika traveler mengenakan jeans atau denim warna hitam. Hal ini dikarenakan jeans warna biru dikaitkan dengan Amerika Serikat.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close