Travel

Sempat Muntah di Pesawat, Turis Mabuk Ini Bikin Penumpang Lain Ketakutan

Seorang pria mabuk di penerbangan Ryanair membuat mimpi buruk pada penumpang lainnya. Pesawat Ryanair sedang menuju dari Manchester ke Tenerife ketika seorang turis pria muntah dan menanggu penumpang lainnya. Turis yang muntah tersebut membuat ketakutan penumpang lainnya saat memegang pintu darurat saat ketinggian 35.000 kaki.

Melansir Mirror, penumpang pria tersebut datang ke Bandara Manchester pada Kamis (1/8/2019). "Semua orang duduk di sana memikirkan apa yang terjadi di sini? Semua orang sangat ketakutan. Semua orang dalam radius 10 kursi sangat menyadari situasinya. Itu mengerikan," kata Alan Wild, seorang penumpang kepada Mirror.co.uk. Menurut Alan Wild, penerbangan itu jadi mimpi buruk baginya.

"Itu membuat penerbangan empat setengah jam terasa seperti dua belas jam semua orang ketakutan," kata Alan Wild. Pria yang mabuk di penerbangan Ryanair itu diduga menenggak tiga perempat sebotol wiski. "Kamu dapat membayangkan baunya. Saya melihat tasnya terbuka. Dia telah menghabiskan tiga perempat botol wiski," kata Wild.

Alan Wild mengatakan anak tirinya yang tengah terbang bersamanya memberitahu penumpang pria itu mabuk. Awak kabin menurutnya juga diperlakukan dengan kasar. Menurutnya, awak kabin tak menghentikannya naik ke pesawat.

"Awak kabin meninggalkannya muntah selama sekitar 20 menit. Dan temannya membantunya," kata Wild. Ryanair baru baru ini memberlakukan larangan minuman keras bebas pajak. Maskapai tersebut mengirim email kepada penumpang sebelum perjalanan untuk mengingatkan mereka akan kebijakan tersebut.

Namun pria itu entah bagaimana masih berhasil naik pesawat di Manchester. Ryanair telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari penumpang tersebut. "Untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan dan kru kami, kami mematuhi pedoman ketat terkait dengan pelanggan yang mengganggu atau di bawah pengaruh alkohol," kata juru bicara Ryanair.

Juru bicara Ryanair mengatakan dalam kebanyakan situasi pelanggan yang membuat gangguan pada saat check in atau gerbang keberangkatan tidak diizinkan naik ke pesawat. "Jika seorang pelanggan tampaknya berperilaku dengan cara yang tidak dapat diterima selama penerbangan, kru akan memberi tahu kapten," kata juru bicara Ryanair. "Kapten dan kru kemudian akan memutuskan bagaimana menangani pelanggan yang membuat masalah. Setiap pelanggan yang bertindak dengan cara yang mengganggu selama penerbangan akan diperingatkan oleh kru atau Kapten."

Jika mereka terus menyebabkan gangguan, kru dan kapten akan melaporkan pada polisi saat mendarat. "Kami dengan tulus menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada penumpang lain dalam penerbangan ini."

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close