Pendidikan

Selamat Datang Hari Jumat! Sudahkah Mandi Junub? Apa Perlu Wudhu Lagi? Ustaz Abdul Somad Menjelaskan

Malam Jumat Berlalu, Setelah Mandi Junub Apa Perlu Berwudhu? Ustaz Abdul Somad Menjelaskan Segeralah menyucikan diri dengan Mandi Junub atau Mandi Wajib bila mengalami mimpi basah, berhubungan suami istri / hubungan intim atau berhubungan suami istri, Ustaz Abdul Somad menjelaskan niat, bacaan dan tata cara Mandi Junub atau Mandi Wajib . Inilah penjelasan Ustaz Abdul Somad apakah perlu wudhu setelah melaksanakan Mandi Junub.

Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan mengenai Mandi Junub. Mandi Junub yang dijelaskan Ustaz Abdul Somad lebih ke bagian wudhu nya. Mandi Junub atau Mandi Wajib menjadi kewajiban seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar.

Hadas kecil dapat disucikan dengan berwudhu, sedangkan untuk hadas besar wajib dibersihkan dengan melakukan Mandi Junub. Mandi Junub menjadi hal yang wajib dilakukan jika terjadi beberapa hal seperti keluar air mani (mimpi basah bagi pria), berhubungan suami istri alias hubungan intim, bertemunya dua kemaluan meski tidak keluar air mani dan berhentinya darah haid dan nifas. Jika tidak melakukan Mandi Junub, tubuh dianggap masih najis dan tentunya belum bisa melakukan ibadah wajib sebagai seorang muslim, seperti sholat maupun mengaji.

Dijelaskan Ustaz Abdul Somad, setelah Mandi Junub tidak perlu berwudhu. Hal itu lantaran saat Mandi Junub juga sudah berwudhu. Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan tata cara Mandi Junub yang juga sekaligus berwudhu.

Dikatakan sang Ustaz, awalnya harus mencuci kedua tangan terlebih dahulu sampai bersih. Praktikkan seperti sedang berwudhu. "Cuci tangan dulu setelah bersih barulah kemudian kumur kumur, bersihkan hidung, setelah bersih baru basuh ke muka tangan, kepala basahi supaya tidak kaget kulit kepala, kemudian mandi," terangnya.

Dikatakan Ustaz Abdul Somad, berwudu dan Mandi Junub itu nantinya akan menghilangkan hadas besar. "Setelah itu ia tidak berwudhu, karena sudah berwudhu duluan, maka hadas kecil otomatis hilang dengan hadas besar." Kendati demikian, tidak apa apa jika ingin berwudhu lagi setelah selesai Mandi Junub.

"Namun jika ingin berwudhu lagi setelah Mandi Junub juga boleh. Memperbarui wudhu hukumnya sunnah," terang Ustaz Abdul Somad. Sebelum Mandi Junub alangkah baiknya untuk melafalkan niat terlebih dahulu. نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.” “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.” Bagi wanita yang selesai menstruasi atau datang bulan atau haid wajib untuk melakukan Mandi Junub.

Berikut Bacaan Niatnya dalam Bahasa Arab : نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى “Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta’ala.”

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.” Nifas adalah keluarnya darah dari rahim seorang wanita karena melahirkan atau setelah melahirkan. Selama masa nifas, seorang wanita dilarang melaksanakan salat, puasa, dan berhubungan dengan suaminya.

Berikut Niatnya dalam Bahasa Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى “Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala.”

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari nifas karena Allah ta’ala.”

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close