Nasional

Nicholas Sebut Ayahnya Bisa Cepat Adaptasi Tanggapi Polemik Pengangkatan Ahok Jadi Komut Pertamina

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi menjadi Komisaris Utama di PT Pertamina. Pengangkatan Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina menuai pro dan kontra dari publik. Ada yang setuju dan mendukung pengangkatan Ahok, namun tidak sedikit pula yang menilai Ahok kurang cocok jadi Komisaris Utama.

Keputusan pengangkatan Ahok ini telah diungkapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. DIungkapkan Erick Thohir, nantinya Ahok akan didampingi oleh Budi Sadikin jadi Wakil Komisarius Utama. "(Ahok) akan didampingi Pak Wamen (BUMN) Budi Sadikin jadi Wakil Komisaris Utama," lanjut dia.

Selain Ahok dan Budi Sadikin, mantan Dirut PT Telkomsel Emma Sri Martini juga ditunjuk untuk menjabat Direktur Keuangan PT Pertamina. "Juga ada Direktur Keuangan (Pertamina) yang baru, Ibu Emma dari yang sebelumnya Dirut PT Telkomsel," lanjut Erick. Rencana penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk menjadi salah satu petinggi di perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) sempat menuai pro dan kontra.

<span >NicholasSeanPurnama pun turut memberikan pendapatnya soal pengangkatan sang ayah.</span> Nicholas Sean Purnama menyinggung soal reformasi di Pertamina. Mulanya Nicholas Sean mengaku akan mendukung segala keputusan yang diambil orangtuanya.

Nicholas Sean menjelaskan di matanya<span ></span>Ahok<span ></span>adalah orang yang cepat beradaptasi. Hal tersebut yang membuat Ahok sukses saat menjabat sebagai anggota DPRD hingga Gubernur DKI Jakarta. "Papa saya adalah orang yang sangat cepat beradaptasi, itulah kunci beliau bisa menjadi anggota Dprd, bupati, anggota DPR, wakil, dan gubernur," papar<span ></span>NicholasSeanPurnama.

Pemuda 21 tahun itu menilai, pemerintah menempatkan<span ></span>Ahok<span ></span>sebagai<span ></span>KomisarisUtamaPertamina<span ></span>demi mereformasi<span ></span>BUMN<span ></span>di bidang energi itu. "Saya yakin maksud dari pemerintah menempatkan papa saya di posisi tersebut adalah untuk melakukan reformasi di Pertamina," ucap Nicholas Sean Purnama. Walau begitu<span ></span>NicholasSeanPurnama<span ></span>mengetahui untuk melakukan reformasi bukanlah sesuatu yang mudah.

Namun ia percaya apabila<span ></span>Ahok<span ></span>bersikap bersih, transparan, dan profesional, reformasi tersebut akan terwujud. "Bebannya memang tidak mudah, tapi saya yakin papa saya pasti bisa melakukan hal tersebut selama dia berpegang teguh kepada jalan hidup dia yaitu Bersih, Transparan, dan Profesional," jelas Nicholas Sean Purnama. Rencana<span ></span>BasukiTjahajaPurnama<span ></span>alias<span ></span>Ahok<span ></span>menjadi pimpinan salah satu<span ></span>BUMN<span ></span>menimbulkan polemik.

Polemik yang pertama lahir dari status<span ></span>Ahok<span ></span>sebagai mantan narapidana. Sedangkan yang kedua, berasal dari keanggotaan<span ></span>Ahok<span ></span>di partai PDI Perjuangan. Menteri<span ></span>BUMN<span ></span>ErickThohir, perekrut<span ></span>Ahok, menegaskan, dirinya tidak memersoalkan status Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai mantan narapidana.

Mengenai persoalan hukum,<span ></span>ErickThohir<span ></span>menyerahkan kepada ahli hukum. "Tanya ke ahlinya saja. Kan kalau kita kan korporasi, kami percaya good corporate governance dan beliau (Ahok) punya kontribusi," ucapnya. Harry Tjahaja Purnama mengaku akan mendukung tugas baru<span ></span>Ahok<span ></span>tersebut.

Menurutnya hati mantan suami Veronica Tan itu memang didedikasikan untuk Indonesia. Tak cuma itu, Harry Tjahaja Purnama menilai selama ini sang kakak sudah banyak berkorban demi negara. "Karena saya tahu hatinya untuk negara dan dia banyak berkorban untuk negara," imbuhnya.

Ia menilai masyarakat sudah mengetahui bagaimana kinerja<span ></span>Ahok<span ></span>selama ini. Harry Tjahaja Purnama menganggap amat disayangkan apabila kemampuan kakaknya itu tak digunakan untuk memajukan Indonesia. "Saya dan kita semua tahu kinerja BTP dan sebagai seorang putra bangsa yang bekerja dengan baik dan benar akan sangat di sayangkan kalau tidak dimanfaatkan untuk kemajuan dan kepentingan negara," tutur Harry Tjahaja Purnama.

Harry Tjahaja Purnama berharap penujukan Ahok sebagai pimpinan di salah satu BUMN dapat segera terwujud. "Semoga bisa terealisasi saya yakin BTP akan bekerja semaksimal mungkin untuk kepentingan Negara," ujar Harry Tjahaja Purnama. Mengenai hal tersebut menurut Harry Tjahaja Purnama,<span ></span>Ahok<span ></span>dapat ditempatkan di<span ></span>BUMN<span ></span>bidang manapun.

Mengingat latar belakang pendidikan Ahok, yakni pertambangan dan keuangan. "BTP back groundnya pendidikannya memang Geologist/Pertambangan dan Master di Finance," jelas Harry Tjahaja Purnama. "Tapi mau taroh di mana saja menurut saya tidak masalah, Orang yang niat bekerja dengan hati, management yang baik, jujur dan di tambah lagi punya pengalaman dan back ground finance pasti bisa mengelola perusahaan dengan benar," imbuhnya.

Tak cuma itu Harry Tjahaja Purnama juga mengomentari soal pihak yang tak sepakat dengan penunjukan<span ></span>Ahok<span ></span>sebagai bos<span ></span>BUMN. Harry Tjahaja Purnama mengaku akan menghargai segala pendapat orang terkait hal tersebut. "Saya menjunjung tinggi hak orang berpendapat dan memberikan pandangan," kata Harry Tjahaja Purnama.

"Namun semua intinya berbalik dan tergantung dari pendapat itu sendiri, apakah dalam kapasitas, rasional atau tidak biarlah masyarakat dan yang berwewenang menilai," pungkasnya.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close