Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim wajib Jelaskan Maksud Pembelajaran Jarak Jauh Akan Permanen Ketua IGI

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim menyebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim harus menjelaskan maksud pembelajaran daring akan permanen setelah pandemi Covid 19. Menurut Ramli, pembelajaran tidak bisa 100 persen dilaksanakan tanpa tatap muka. "Kalau permanen tanpa tatap muka lagi ya bisa kewalahan kita," imbuh Ramli.

Ramli menyebut pendidikan tidak sepenuhnya berada pada penyampaian materi. "Pendidikan tidak 100 persen ada di sana, aspek pedagogi atau proses pembelajaran, kemampuan keilmuan mungkin terpenuhi," ujarnya. Akan tetapi dari sisi pendidikan dan pembangunan karakter, pembelajaran daring dinilai sangat kurang.

"Bahkan bisa disebut tidak ada," kata Ramli. Menurut Ramli, kelas daring atau virtual school bisa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas. Ramli menyebut pihaknya sudah tegas menolak apabila ada wacana 100 persen pembelajaran daring.

"Kalau yang dimaksud (Mendikbud) pembelajaran daring ini dilakukan 100 persen ya tidak bisa, guru guru menolak, tetap dibutuhkan pertemuan," ungkap Ramli. Ramli menyebut, pembelajaran daring tetap dapat dilakukan. "Tetapi harus tetap ada pertemuan tatap muka," ungkapnya.

Ramli juga mengkritisi apabila pendidikan formal berbentuk layaknya start up. "Apalagi meniru semacam start up, start up itu kan asumsinya seperti bimbingan belajar, bukan yang pokok, hanya menambal yang kurang," ungkapnya. "Posisi bimbel hanya menambal kekurangan sekolah, tidak bisa sebagai pokok," imbuhnya.

Sehingga, maksud kata permanen yang disampaikan Nadiem Makarim disebut Ramli harus diperjelas. Ramli menyebut setuju jika pembelajaran daring digabung dengan pertemuan tatap muka. "Kalau blended, gabungan antara pembelajaran tatap muka dan jarak jauh, itu udah lama dilakukan sebelum pandemi," kata Ramli.

"Yang kami mau ya guru yang ada sekarang menghadapi (mengampu) siswa yang terbatas, yakni 32 36 siswa sesuai peraturan rumbel," kata dia. Sebelumnya Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, metode pembelajaran jarak jauh nantinya bisa diterapkan permanen seusai pandemi Covid 19. Dilansir , analisis Kemendikbud mengungkapkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar akan menjadi hal yang mendasar.

"Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model ." "Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (2/7/2020). Nadiem dalam raker tersebut mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar.

"Kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru guru dan kepala sekolah dan murid murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar," tuturnya. Pendiri aplikasi ojek online Gojek tersebut mengungkapkan hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid 19. Nadiem menilai, para guru dan orangtua akhirnya mencoba beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar.

"Walau sekarang kita semua kesulitan beradaptasi dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen beradaptasi dengan teknologi," ucapnya. "Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita," ujar Nadiem.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close