Metropolitan

Lebih Murah Dibanding Pengadaan Lem Aibon Pemprov DKI Anggarkan Rp 64 Miliar buat Bangun Masjid

Komisi D DPRD DKI Jakarta menyetujui pengajuan anggaran dari Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) DKI sebesar Rp 511 miliar dalam KUA PPAS tahun 2020. Kepala Dinas CKTRP DKI, Heru Hermawanto menjelaskan anggaran Rp 511 miliar tersebut dibagi ke dalam beberapa pos. Satu di antaranya untuk pembangunan konstruksi Masjid Raya di Jakarta Timur.

"Lokasi pembangunan masjid di sekitar pull bus PPD Cakung, Cakung Barat sekitar situ," kata Heru saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2019). Pos anggaran untuk pembangunan konstruksi rumah ibadah tersebut ditaksir menghabiskan Rp 64 miliar. Pengerjaannya ditargetkan rampung dalam setahun. Sementara pengerjaan interior bangunan diajukan terpisah, lewat anggaran tahun 2021.

"Rp 64 miliar untuk pembangunan konstruksi dengan metode single years," jelas dia. Masjid tersebut akan didirikan di atas lahan 1 hektar, dengan luas bangunan mencapai 18 ribu meter persegi. Rencananya, rumah ibadah bagi umat islam ini akan dibangun tiga lantai dan diproyeksi mampu menampung hingga 10 ribu jemaah.

"Rencananya masjid raya ini dibangun 3 lantai, agar dapat menampung 10 ribu jamaah," pungkas Heru. Bila dibandingkan dengan pengadaan anggaran untuk lem Aibon sebesar Rp82,8 miliar, biaya pembangunan masjid di Jakarta Timur tersebut jauh lebih murah Rp 18,8 miliar. Apalagi jika dibandingkan dengan anggaran yang diajukan untuk pengadaan alat tulis berupa bolpoin, senilai Rp124 miliar.

Bahkan lebih murah ketimbang pengadaan 7.313 unit komputer di Dinas Pendidikan DKI sebesar Rp121 miliar.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close