Bisnis

Ketika Siswa SMA Bergembira Belajar Pentingnya Pajak

Suasana keceriaan terlihat di di lapangan sekolah SMA 31 Jakarta, Jumat (22/11/2019) pagi. Bukan karena kedatangan artis atau publik figur yang membuat sekolah di kawasan Utan Kayu Jakarta Timur ini meriah. Kemeriahan bermula saat 50 siswa siswi SMA 31 Jakarta sibuk bergembira dalam rangkaian Pajak Bertutur (Patur) 2019.

Para siswa siswi di sekolah larut dalam kemasan edukasi ceria yang digelar Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Selatan I. Tak hanya sekadar mendengarkan materi, para siswa siswi ber flashmob dan menyanyikan jingle Pajak. Tidak hanya itu siswa siswi pun menyusun puzzle besar Pajak Bertutur 2019.

Pajak Bertutur Tahun adalah rutin tahunan diselenggarakan oleh sebagai bagian kegiatan serentak di seluruh Indonesia oleh instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI bertempat di jenjang sekolah SD, SMP dan SMA. Tahun ini tema Patur Tahun 2019 adalah Guru, baktimu tiada tara digelar bersamaan dengan momentum Hari Guru Nasional Tahun 2019. Ketua Tim Patu, Arif Yunianto memberikan edukasi kepada para milenial ini jika pajak berkontribusi sangat besar dalam APBN, sedang Guru adalah pendidik yang mempersiapkan generasi muda. Pajak dan Guru sama sama penting untuk pembangunan bangsa.

Kepala Sekolah Dra. Hj. Markorijasti, M.Si, biasa disapa Bu Qori dalam pembukaan menyampaikan pentingnya pajak. Diingatkan jika sumber dana kegiatan belajar mengajar di sekolah seperti gaji guru, Kartu Jakarta Pintar, Dana Alokasi Khusus dan sarpras bersumber dari APBN dan APBD. Oleh karena itu, 50 siswa siswi peserta sebagai perwakilan harus memanfaatkan dengan baik mendapat kesempatan sangat berharga belajar langsung dari Kantor Pajak dalam hal ini KPP Madya Jakarta Selatan I.

Tim Pajak Bertutur KPP Madya Jakarta Selatan I Tahun 2019 seperti dikatakan Kepala Kantor Bp. Stevanus Herdi Pardamaian Aruan kegiatan ini sengaja dikemas tidak hanya dalam materi satu arah. Siswa siswi diajak belajar pajak melalui permainan, quiz dan lomba berhadiah. Materi materi Pajak Bertutur tentang pentingnya pajak dan hubungan pajak dengan pembangunan, APBN, kelangsungan hidup bangsa dan peran guru.

Apa kata siswa yang mengikuti Pajak Bertutur? Meski awalnya mereka heran, mengapa sasaran Pajak Bertutur ke sekolah? Bukankah mereka ini masih pelajar yang notabene belum berpenghasilan dan menjadi wajib pajak? Gregerius Sergio siswa Kelas XI IPS 31 Jakarta mengaku terkesan dengan Pajak Bertutur.

Jadi tahu uang pajak untuk apa dan menyadari suatu hari akan menjadi Wajib Pajak yang harus taat. Anisa Zahra siswi Kelas XI Bahasa berkesan pajak ternyata sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan negara. Pajak membiayayai pembangunan termasuk dana untuk subsidi siswa. Latar belakang Ditjen Pajak secara rutin sejak Tahun 2015 menyelenggarakan kegiatan Patur adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat akan kewajiban dan penting pajak bagi kehidupan bangsa dan negara.

Perlunya dikembangkan kesadaran akan pentingnya pajak tidak hanya ke masyarakat, siswa siswa sekolah SD, SMP dan SMA perlu ditumbuhkan sejak dini. Untuk membangun masa depan perpajakan Indonesia, maka perlu dipersiapkan generasi bangsa yang memiliki kesadaran pajak yang lebih baik. Budaya sadar pajak harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan agar kesadaran pajak menjadi salah satu karakter generasi bangsa yang cinta tanah air dan bela negara melalui kesadaran melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. Diharapkan dengan acara Pajak Bertutur tersebut dapat menjadi penarik perhatian masyarakat dan pemangku kepentingan dunia pendidikan untuk menyadari adanya program pajak masuk dalam pendidikan dan selanjutnya memberikan dukungan sesuai dengan tugas dan fungsi masing masing.

Teriakan penuh semangat siswa siswi SMAN 31 Jakarta "PAJAK KITA UNTUK KITA" mengakhiri kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2019 KPP Madya Jakarta Selatan I tepat Pukul 11.30 WIB.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close