Internasional

Keluarga Protes Saat Polisi Sebut Sang Ibu Lalai Balita Jatuh dari Lantai 5 Viral Ibu Main HP

Nasib tragis dialami oleh seorang balita karena terjatuh darilantailimasebuah gedung saat ibunya bermain ponsel. Kejadian nahas tersebut bermula saat seorang ibu muda mengajak kedua buah hatinya makan di sebuah restoran yang berada dilantailimasebuah gedung. Setelah makan, ibu tersebut membiarkan buah hatinya berjalan mendahuluinya.

Ia pun merekam momen dua balita berjalan bersama tersebut melalui kamera ponselnya. Dari rekaman video yang berhasil ia rekam, terlihat ada dua balita yang bergandengan tangan untuk berjalan keluar dari restoran. Diketahui, ibu korban membiarkan buah hatinya berjalan di depannya, sementara ia merekam aksi lucu balita tersebut dari belakang.

Rupanyavideo itu menjadi video terakhir balita yang ada di dalam video. Karena bocah malang itu terjatuh darilantailimagedung tersebut. Ia terperosok ke sebuah celah yang berada dilantailimahingga terjatuh ke lantai dasar.

Pihak kepolisian yang menangani kasus ini menilai jika ibu korban lalai dalam menjaga anaknya. Namun, pihak keluarga justru menyayangkan tindakan kepolisian. Kejadian nahas tersebut bermula saat seorang ibu muda mengajak kedua buah hatinya makan di sebuah restoran yang berada dilantailimasebuah gedung.

Setelah makan, ibu tersebut membiarkan buah hatinya berjalan mendahuluinya. Ia pun merekam momen dua balita berjalan bersama tersebut melalui kamera ponselnya. Dari rekaman video yang berhasil ia rekam, terlihat ada dua balita yang bergandengan tangan untuk berjalan keluar dari restoran.

Namun, malang tak disangka, video itu menjadi video terakhir balita yang ada di dalam video. Diketahui jika bocah malang itu terjatuh darilantailimagedung tersebut. Ia terperosok ke sebuah celah yang berada dilantailimahingga terjatuh ke lantai dasar.

Pihak gedung mengakui jika saat itu, gedung sedang dalam tahap renovasi. Akibat peristiwa tersebut, gadis kecil itu mengalami luka parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun apadaya, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Kasus balita tewas ini pun kemudian diselidiki kepolisian. Menurut mediaMalaysia, Daily Express, polisi menyebut kejadian ini dipicu olehibu itu, yang tak mengawasi anaknya dengan baik. Polisi menyebut ibu itu membiarkan anaknya melakukan apapun.

Keterangan polisi ini pun disambut murka oleh pihak keluarga. Menurut paman korban, Roger Chow, keluarga keberatan dengan keterangan pihakkepolisian. Ia mengatakan, saat itu ibu korban hanya merekam polah dua anaknya, bukannya acuh dan membiarkan anaknya.

Iapun menunjukkan buktivideoyang berada di media sosial. Keluarga pun juga marah dengankesimpulan yang diambil kepolisian. Setelah peristiwa itu terjadi, keluarga melapor ke polisi, untuk menggugat pihak pengelola bangunan.

Menurutibu korban, pengelola gedung lalai tak memasang peringatan soal adanya lobang di sana. "Kami terkejut, bagaimana polisi menyikapi peristiwa, dengan malah menyalahkan ibu korban," ujar Roger Chow. Video detik detik meninggalnya bocah malang itu pun menjadi viral di media sosial.

Peristiwa ini, membuat netizenterbagi ke dua kubu. Sebagian netizen menyalahkan ibu tersebut, yang takmengawasi anaknya dengan baik. Mereka mengatakan, seandainya ibu itu tak merekam dan pilih menggandeng anaknya, peristiwa itu bisa jadi tak akan terjadi.

Tapi banyak juga netizen yang menaruh sipati untuk sang ibu. Menurut mereka,pegelola gedung yang harus bertanggung jawab, lantaran tak memberiperingatan akan bahaya yang bisa menelan korban jiwa. Berikut video terakhir yang direkam oleh ibu korban.

Dua orang balita harus meregang nyawa setelah terkunci di mobil yang diketahui bersuhu 50 derajat celcius. Disaat dua balita tersebut terkunci di dalam mobil bersuhu panas tersebut, ibunya dikabarkan tertidur di dalam rumah. Sementara itu, salah satu tetangga yang menjadi saksi mata menyaksikan kedua balita tersebut dalam kondisi basah.

Diketahui kejadian tersebut terjadi di Logan, Brisbane, Australia pada Sabtu (23/11/2019) lalu. Dua balita tak berdosa yang menjadi korban ialahDarcey Helen (2) dan Chloe Ann (1), sementara ibu mereka bernamaKerri Ann Conley (27). Kerri dilaporkan lalai lantaran telah meninggalkan dua buah hatinya di dalam mobil.

Sementara suhu kala itu tengah terik hingga mencapai 31 derajat celcius. Kerri membiarkan dua balitanya berada dalam mobil yang diparkir di luar rumah mereka dalam kondisi tertutup rapat. Menurut pemberitaan setempat, Kerri diyakini tertidur di dalam rumah dan lupa jika bayinya masih berada di dalam mobil.

Suhu yang terik di luar rumah, membuat suhu di dalam mobil Kerri meroket hingga 50 derajat celcius. Tersadar jika dua anaknya masih berada di dalam mobil, Kerri langsung berusaha menyelamatkan keduanya. Saat pintu mobil dibuka, kakak beradik tersebut sudah ditemukan dalam kondisi lemah.

Kerri dilaporkan sempat mencoba menyelamatkan nyawa buah hatinya. Setelah dikeluarkan, Kerri langsung memandikan dua balita tersebut lantaran telah terperangkap di suhu yang tinggi. Sementara itu, menurut salah satu tetangganya yang juga merupakan saksi mata, ia sempat melihat balita tersebut basah kuyup.

Mereka pun awalnya mengira jika anak anak Kerri tenggelam karena berenang. Saat berusaha diselamatkan oleh ibunya, kakak beradik tersebut diketahui sudah tak bernyawa akibat suhu panas di mobil. Tetangga Kerri mengatakan jika Kerri sebenarnya ibu yang baik, ia pun melihat peristiwa tersebut sebagai kecelakaan yang tragis.

"Cucu perempuan ku melihat bayi bayi dibawa keluar rumah dalam kondisi basah kuyup. Itu kecelakaan tragis, dan dia ibu yang baik." Adanya kasus tersebut, Layanan Keselamatan Anak dan PolisiAustralia lantas melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap ibu korban. Mirisnya, selama penyelidikan dilakukan, pihak berwajib menemukan peralatan untuk mengonsumsi barang haram narkoba di kediaman Kerri.

Kerri Ann Conley pun didakwa melakukan pembunuhan dan memiliki obat obatan berbahaya, karena telah ditemukan peralatan berupa pipa. Sementara itu, di depan kediaman Kerri, terlihat banyak bunga dan boneka yang diberikan para tetangga untuk mengenang kakak beradik malang tersebut Layanan Keselamatan Anak telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan melakukan peninjauan setelah kematian dua balita tersebut. (Alif Nur Fitri Pratiwi)

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close