Nasional

Keanggotaan Encek Unguria di PPP Tamat Dipecat

Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyatakan partainya memberhentikan status keanggotaan partai Encek Unguria. Encek Unguria merupakan Ketua DPRD Kutai Timur yang juga Ketua DPC PPP Kutai Timur, Kalimantan Timur. Diberitakan sebelumnya, Encek Unguria bersama suaminya, Ismunandar, yang merupakan Bupati Kutai Timur ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada 2019 2020.

"Sesuai AD/ART PPP bahwa kader yang terjerat kasus di KPK langsung diberhentikan dari jabatannya," kata Baidowi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7/2020). Keputusan itu sudah tertuang dalam aturan agar Encek bisa fokus pada proses hukum sampai kepada putusan inkrah. Namun, Baidowi mengatakan Encek masih memiliki hak untuk melakukan pembelaan melihat asas hukum yang mengedepankan praduga tak bersalah.

"Hal ini agar yang bersangkutan bisa lebih fokus menghadapi kasusnya hingga adanya putusan inkrah. Meski demikian, ada hak tersangka untuk melakukan pembelaan karena asas hukum kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," ujar Baidowi. Baidowi menegaskan tindakan yang dilakukan Encek itu nurni atas pribadi dan tidak melibatkan nama partai. Awiek juga menyampaikan PPP senantiasa menginstruksikan anggota DPRD dari PPP untuk menghindari praktik korupsi.

PPP, lanjut Baidowi, selalu membekali kader yang akan duduk di kursi legislatif daerah dengan materi antikorupsi dari KPK. "Dalam setiap kesempatan bimtek (bimbingan teknis) anggota DPRD, kami selalu menginstruksikan anggota DPRD dari PPP untuk tidak KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Bahkan setiap bimtek selalu ada materi antikorupsi dari KPK," pungkas Baidowi.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close