Nasional

Itu akan Buat Kabinet Jadi Kabinet Indonesia Mundur Beri Peringatan pada Pemerintah Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai GerindraFadli Zon memberikan peringatan kepada pemerintah agar tidak terlalu berfokus pada isu radikalisme. Dalam pemaparannya itu, pria yang dalam periode sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR itumengatakan isu radikalisme bukanlah isu utama. "Saya senang sekali kabinet ini ada satu kemajuan. Tadinya Kabinet Kerja, Indonesia Kerja, menjadi Kabinet Indonesia Maju," ujar Fadli, seperti dalam video di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa.

"Tetapi saran saya, jangan kita terjebak isu radikalisme sebagai isu utama, karena itu akan membuat kabinet ini bisa menjadi Kabinet Indonesia Mundur," tambahnya. Fadli menuturkan, Indonesia harus bisa mendiagnosa dengan baik apa yang sekarang jadi tantangan bagi perkembangan Negara Indonesia. "Dan saya kira kita harus mendiagnosa dengan baik apa yang sekarang jadi tantangan tantangan Indonesia ke depan," ujar dia.

Fadli menambahkan, tantangan besar yang saat ini dihadapi oleh Indonesia adalah bidang ekonomi. "Tantangan tantangan itu adalah terutama di bidang ekonomi. Persoalan ketenagakerjaan, lapangan kerja, ketimpangan, kemiskinan, pertumbuhan yang ala kadarnya," ungkapnya. Mantan aktivis demo tahun 98 tersebut juga menjelaskan akan pentingnya memperhatikan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

"Termasuk juga persoalan yang dihadapi soal stunting dan sebagainya. Jadi target terhadap sumber daya manusia saya kira sangat penting," katanya. Fadli Zon lantas mengatakan, ditempatkannya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) adalah sebuah pilihan yang tepat. "Tentu saya melihat bahwa keberadaan Pak Prabowo ketua umum (Ketua Umum Gerindra red)saya sebagai Menhan di sana, mungkin itu pilihan salah satu yang terbaik karena beliau adalah expert (ahli)di bidang itu (pertahanan dan keamanan red)," tambahnya.

Fadli mengatakan dirinya memahami betapa berat tugas tugas dari seorang Menhan setelah menemui Prabowo. "Dan saya kira saya tadi bersama beliau berjam jam rasanya, memang tugas tugasnya sangat berat untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang pertahanan," tambahnya. Ia menyimpulkan Kabinet Indonesia Maju memiliki tugas yang berat di seluruh bidangnya.

"Jadi saya kira kalau kita lihat secara umum, apa yang menjadi tugas dari kabinet ini sangatlah berat di semua bidang," ucapnya. Fadli kembali menegaskan tantangan yang diharapkan bisa diselesaikan adalah bidang ekonomi. "Tapi khususnya tantangan tantangan yang diharapkan bisa diselesaikan itu adalah di bidang ekonomi," katanya.

Dirinya menjelaskan, ekonomi adalah hal yang menyangkut kehidupan banyak orang dan sangat penting untuk segera diperhatikan. "Karena ini langsung menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat dan mungkin jangkanya jangka yang sangat pendek," ucapnya. Fadli kemudian lanjut menjelaskan banyak faktor faktor yang mempengaruhi kehidupan ekonomi Indonesia, baik dari faktor eksternal maupun internal.

"Karena kita melihat faktor internal maupun faktor eksternal, ada perang dagang di sana (Tiongkok dan Amerika Serikat), dan juga faktor faktor yang terjadi di dalam negeri," terangnya. Fadli menjelaskan Kabinet Indonesia Maju harus bisa membawa perubahan kepada perekonomian Indonesia di 100 hari pertama mereka bekerja. "Saya kira yang harus menjadi jawaban mungkin 100 hari pertama Kabinet Indonesia Maju ini, bagaimana terjadi perubahan perubahan khususnya di bidang ekonomi," paparnya.

Ia mengatakan perlu memberikan kabinet ruang untuk bergerak agar dapat bekerja dengan baik. "Dan ini yang kita harapkan bisa diselesaikan oleh pemerintah sekarang, jadi saya kira kita tentu perlu memberikan ruang untuk bergerak bagi kabinet ini untuk melihat ke depan,"tambahnya. Kemudian Fadli membahas soal banyaknya pro dan kontra di masyarakat atas pengangkatan Menteri Menteri di Kabinet Indonesia Maju yang tidak pada tempatnya.

Ia mengiyakan ada beberapa menteri yang tidak sesuai dengan jabatan menterinya. "Saya kira kalau kita menyimak dari tanggapan masyarakat ada pro dan kontra, memang sebagian atau sebagian besar orang itu duduk pada tempatnya,tapi ada beberapa yang dianggap tidak pada tempatnya," papar Fadli. Menurut Fadli, perlu untuk mengevaluasi penempatan penempatan orang yang tidak tepat di kementerian.

"Saya kira itu juga satu hal yang patut untuk dievaluasi," tambahnya. Kementerian yang perlu diperhatikan menurut Fadli adalah posisi yang memegang jabatan jabatan sensitif yang menyangkut orang banyak. "Terutama di kementerian kementerian yang sangat sensitif menyangkut masalah agama, pendidikan, dan sebagainya. Itu kan menyangkut masalah orang kebanyakan," tuturnya.

Dirinya berpesan agar hal tersebut perlu perhatian ekstra. "Dan saya kira penilaian terhadap itu menjadi perlu perhatian yang lebih," tambahnya. Kementerian ekonomi kembali menjadi sorotan Fadli.

Ia menegaskan agar tim ekonomi bisa menghadapi tantangan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. "Tapi di luar itu terutama dalah bagaimana tim ekonomi bisa menjawab tantangan tantangan di bidang ekonomi ini yang menurut saya beban yang begitu berat," ucap Jokowi. Fadli berpesan agar orang yang diberi amanah untuk tidak bercanda, karena tugas yang diemban memiliki beban berat.

"Jadi seharusnya yang mendapat beban ini boleh tertawa, karena beban ini saya kira luar biasa beratnya untuk dihadapi,"tambahnya. Ia memuji presiden yang kini memerhatikan bagaimana pentingnya output, bukan hanya proses. "Ini bukan sekedar proses jadi output(hasil) itu lebih penting ketimbang proses,ini suatu kemajuan berpikir dari presiden sekarang," ucapnya.

Ia menambahkan yang diinginkan masyarakat adalah hasil, bukan proses. "Bahwa bukan hanya sekedar rutinitas dan persoalan proses tadi,tapidelivery nya(penyampaian)seperti apa," papar Fadli. "Dan saya kira ini tetap,delivery seperti apa yang diharapkan masyarakat,menurut saya harusnya seesuai dengan target," imbuhnya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Fadli Zon juga membahas soal target ekonomi yang tidak tercapai di periode sebelumnya. Ia mengatakan bagaimana selama lima tahun ke belakang, Indonesia tidak pernah mencapai target di bidang ekonomi. "Selama 5 tahun ke belakang target target pemerintah di bidang ekonomi tidak tercapai, 5,1 persen yang terjadi 5,0 persen,5,3 persen yang ditargetkan jadi 5,1 persen, dan sebagainya," katanya.

Ia juga menyinggung soal prediksi ekonomi Indonesia akan meroket yang ternyata tidak tercapai. "Apalagi kalau kita melihat pada waktu itu mau 7 persen, 8 persen atau eknomi yang meroket ini tidak tercapai," ucapnya. Ekonomi, menurut Fadli, adalah hal yang harus diutamakan dibandingkan euforia dalam memperoleh suatu jabatan.

"Saya kira ini yang jauh lebih penting dihadapi sekarang ini, bukan euforia untuk mendapatkan jabatan," ujar Fadli. Fadli kemudian mengingatkan para menteri untuk bekerja secara sungguh sungguh, setelah diberi amanah untuk menjabat sebagai menteri. Ia berharap agar menteri menteri yang telah dilantik pada Rabu (23/10/2019) lalu, dapat memenuhi target target kerja mereka.

"Saya kira mereka yang diberikan amanah untuk jabatan jabatan di kementerian ini perlu betul betul bekerja keras, bekerja dengan cerdas dan mencapai target target sasaran sesuai dengan apa yang diharapkan," pungkas Fadli.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close