Metropolitan

Ini Penjelasan Polisi Penemuan Benda Diduga Bom Sempat Gegerkan Warga Cikupa

Kapolresta Tangerang AKBP memastikan benda yang tergeletak di Pos Satpam PT Anta Berkat Jaya, , Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, bukan bom. Hal itu dipastikan usai tim Gegana Polda Banten memeriksa benda yang membuat geger itu. Ade menjelaskan, benda itu berupa botol yang diisi cairan berupa lingsolfen yang diisi 15 buah paku berukuran kecil dan besar.

"Dipastikan bukan bom," kata Ade, Kamis (28/11/2019). Ade mengatakan, Satuan Reskrim Polresta Tangerang melakukan penyelidikan asal benda itu. Guna mengungkap asal usul benda, kata Ade, polisi memeriksa rekaman kamera CCTV dan meminta keterangan saksi saksi.

Ade melanjutkan, dari hasil rekaman kamera CCTV, pada Rabu (27/11/19) sekitar jam 9 malam, terpantau seseorang yang terlihat berjalan kaki sambil membawa karung kemudian meletakkan benda di pos satpam. Di kepala orang itu, kata Ade, terpasang senter kepala. "Pagi harinya sekitar jam 6 pagi, terpantau lagi seseorang membawa karung mendekati lokasi," ujar Ade.

Berbekal rekaman CCTV itu, Ade berujar, polisi melakukan pendalaman. Polisi akhirnya mendapatkan informasi sosok yang membawa karung dalam rekaman kamera CCTV itu adalah seorang pemulung yang tinggal di Kampung Bugel, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, berinisial B (32). Menurut Ade, B mengaku tidak tahu menahu soal benda yang sempat diduga sebagai peledak itu.

Namun, kata Ade, guna memastikan keterangan, polisi melakukan penggeledahan di kediaman B. "Setelah itu petugas menggeledah rumah B dan berhasil menemukan barang barang yang mirip dengan yang ditemukan di tempat kejadian," kata Ade. Temuan benda benda mirip dengan benda yang ada di lokasi membuat polisi memperdalam pemeriksa kepada B.

Dikatakan Ade, setelah dilakukan interogasi, B mengakui bahwa dirinya yang meletakkan benda yang sempat diduga bom itu. Adapun motifnya, lanjut Ade, B sakit hati karena beberapa kali melamar di perusahaan itu namun ditolak. "B mendapatkan barang menyerupai bom tersebut dengan cara merakit sendiri dari barang yang ia dapat hasil memulung," ungkapnya.

Ia menyatakan status B saat ini masih terperiksa. Petugas, kata Ade, masih melakukan pendalaman terkait peristiwa itu. Namun yang pasti, lanjut Ade, perbuatan B sudah meresahkan banyak orang.

Tidak menutup kemungkinan, tambah Ade, perbuatan B masuk kategori teror. "Meski sakit hati, B mengaku hanya iseng dan jengkel," papar Ade.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close