Internasional

Deklarasi Darurat Jepang Punya Dasar Hukum Tapi Tak Ada Kekuatan Penegakan

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan keadaan darurat pada Selasa (7/4/2020) sekitar jam 19.00 malam waktu Jepang. Namun pihak oposisi banyak yang mengkritik, walaupun ada dasar hukum, tapi tak punya kekuatan hukum untuk menghadapi masyarakat. Target Deklarasi Darurat kali ini adalah Prefektur Tokyo, Kanagawa, Saitama, Chiba, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka.

Tindakan dengan pembatasan pada hak pribadi dimungkinkan. Misalnya saat mencari rute infeksi di sebuah klub malam, pemilik klub malam harus mau mengungkapkan tamunya, tak bisa lagi menutupinya. Deklarasi diperlukan karena infeksi menyebar terutama di daerah perkotaan dan ada kekhawatiran tentang keruntuhan medis. Deklarasi Darurat Jepang akan berlaku penuh mulai tanggal 8 April 2020.

Perdana Menteri mengadakan konferensi pers pada malam tanggal 7 April ini. Partai partai oposisi menekan Perdana Menteri di komite pengarah Dewan Perwakilan Rakyat di DPR karena menganggap tindakan mengeluarkan Deklarasi Darurat ini sangat terlambat dilakukannya. "Meskipun ada dasar hukum untuk perlunya pengendalian diri darurat darurat, tidak ada kekuatan penegakan hukum, dan pemerintah tidak mengantisipasi penutupan kota seperti di luar negeri," ujarnya.

Pihak polisi dan pasukan bela diri Jepang (SD) sudah dipersiapkan mengantisipasi Deklarasi Darurat tersbeut. Perpindahan dari satu kota ke kota lain kemungkinan akan menyulitkan warga, mendapat teguran dari pihak otroritas di tengah jalan di masa Deklarasi Darurat sampai dengan 6 Mei 2020 mendatang. Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected]

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close