Internasional

Belum Ada Pernyataan ISIS Mengkonfirmasi Atau Bantah Kabar Kematian Bakr Al Baghdadi

Belum ada konfirmasi atau bantahan dari media media saluran ISIS mengenai kabar kematian Pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi dilaporkan tewas setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) di Suriah. Meskipun biasanya media media saluran ISIS tidak terburu buru untuk mengkonfirmasi atau menyangkal seperti kematian tokoh tertinggi dalam kelompok mereka. Al Baghdadi, yang nama aslinya adalah Ibrahim Awwad Ibrahim Ali Muhammad Al Badri Al Samarrai, diduga melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan rompi bom bunuh diri, ketika pasukan operasi khusus AS turun melakukan serangan, Sabtu (26/10/2019) malam.

Aksi bom bunuh diri itu dilakukan Baghdadi setelah mengetahui dirinya tak mungkin lagi untuk melarikan diri dari kepungan dan serbuan pasukan khusus AS. Demikian menurut laporan media mengutip beberapa sumber pemerintah. Al Baghdadi disebut tewas bersama dua istrinya.

Anak yang diyakini masih hidup. Penyerbuan, yang dimulai setelah tengah malam itu, memang menargetkan Al Baghdadi dan keluarganya yang diduga tinggal di desa Barisha di Provinsi Idlib, dekat perbatasan Turki. Dalam video serangan militer itu, terdengar suara helikopter dan kontak tembak.

Kantor berita resmi Turki, Anadolu mengatakan delapan helikopter AS dan dua drone berpartisipasi dalam operasi militer. Operasi militer itu berlangsung 90 menit. Pejabat Turki mengatakan mereka memiliki tahu mengenai operasi tersebut.

Turki memiliki informasi Baghdadi telah tiba di lokasi, dimana ia dilaporkan meninggal. Laporan itu saat 48 jam sebelum ia tewas. Televisi di Irak melaporkan, akan menyiarkan cuplikan dari serangan militer.

Televisi Irak menambahkan, Badan intelijen Irak telah membantu menentukan lokasi Al Baghdadi. Majalah AS Newsweek, yang pertama kali melaporkan berita itu, mengatakan telah diberitahu oleh seorang pejabat Angkatan Darat AS yang memberi penjelasan tentang penyerbuan tersebut. Ia mengatakan Al Baghdadi sudah meninggal.

Sejauh ini masih dilakukan tes DNA dan biometrik untuk memastikan tokoh yang tewas apakah Al Baghdady atau bukan. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan memberikan pernyataan mengenai kabar tewasnya pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Abu Bakr Al Baghdadi, pada Minggu (27/10/2019). Melansir media Euronews, Minggu (27/10/2019), Trump akan menyampaikan keterangan pada pukul 09.00 waktu setempat.

Pada Sabtu (26/10/2019) malam, Trump memberikan postingan di Twitter. "Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi! " katanya di Twitter. Kantor media The Associated Press (AP) mengutip keterangan seorang pejabat AS yang mengatakan, bahwa pada Sabtu (26/10/2019), Al Baghdadi menjadi target dalam serangan militer di Provinsi Idlib, Suriah.

Juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley menjelaskan, Trump akan memberikan pernyataan utama pada Minggu (27/10/2019) pukul 09.00 waktu setempat. Jika tewasnya Al Baghdadi terkonfirmasi, maka keberhasilan operasi bisa menjadi nilai positif besar bagi Trump. Sebelumnya Al Baghdadi juga pernah dikabarkan tewas dalam operasi militer. Namun kemudian tidak terbukti dan dinyatakan masih hidup.

Kejadian itu terjadi pada Mei lalu, saat Rusia yakin Al Baghdadi sudah tewas dalam serangan mereka di Suriah. Al Baghdadi diperkirakan lahir di Samarra, di utara Baghdad, pada 1971. Sejumlah laporan menyebutkan ia adalah ulama yang aktif di masjid di Samarra ketika koalisi pimpinan AS melancarkan invasi pada 2003.

Ada yang mengatakan ia aktif di dalam gerakan Islam militan, ketika Saddam Hussein berkuasa. Informasi lain menyebutkan, ia mengadopsi paham radikal saat ditahan di Kamp Bucca, fasilitas penahanan AS di Irak selatan yang banyak dihuni oleh komandan komandan al Qaida. Ia adalah pemimpin kelompok di tubuh al Qaida yang kemudian berubah nama menjadi ISIS pada 2010.

Pada Oktober 2011, Washington secara resmi menyatakannya sebagai teroris dan menawarkan hadiah 25 juta dollar AS bagi siapa pun yang bisa menyediakan informasi yang berujung pada kematian atau penangkapan Al Baghdadi.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close