Lifestyle

Bawa menuju Arsip Nasional Republik Indonesia Berikut Syaratnya Cara Urus Dokumen Rusak Karena Banjir

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya memberikan dampak kerugian. Selain tempat tinggal dan barang berharga, tak sedikit warga yang tidak sempat menyelamatkan arsip atau dokumen yang dimiliki. Hal ini berdampak pada rusaknya arsip atau dokumen yang dimiliki.

Lantas bagaimana jika arsip atau dokumen yang dimiliki rusak? Jika Anda mengalami hal demikian, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) siap memberikan Layanan Restorasi Arsip Keluarga (Laraska). Arsip yang bisa diperbaiki meliputi :

Akta Perkawinan Akta Kelahiran Kartu Keluarga

KTP Sertifikat Tanah Ijazah

Dan lain lain Memiliki bukti fisik arsip atau dokumen yang rusak (asli) Tidak dilaminating

Datang ke ANRI di jam kerja Maksimal arsip 10 lembar Untuk arsip yang hilang, penerbitan kembali arsip atau dokumen berada di lembaga yang menerbitkan.

Sedangkan ANRI hanya memiliki layanan perbaikan arsip. Seperti diungkapkan Kasubdit Restorasi Arsip ANRI Anak Agung Gede Sumardika. "Kalau hilang atau terbawa air itu silakan menghubungi atau mengurus ke lembaga yang menerbitkan. Kalau di ANRI kami tugasnya hanya merawat fisik."

"Bukan informasinya apalagi menerbitkan itu bukan wewenang lembaga kami," kata Agung dilansir . Agung mengungkapkan, pemilik arsip harus membawa arsip asli yang ingin diperbaiki. "Iya, arsip asli atau yang dianggap asli oleh yang bersangkutan. Kalau yang bersangkutan punyanya fotokopi, ya itu dianggap asli silakan saja," ucap Agung.

Layanan tersebut bisa diakses warga sepanjang tahun 2020 tanpa ada tenggat waktu pengurusan. Gedung ANRI, Jl Ampera Raya Nomor 7, Cilandak, Jakarta Selatan. Periode mulai tanggal 2 Januari 2020 pukul 07.30 WIB sampai 15.30 WIB.

ANRI memberi imbauan agar warga tidak menjemur arsip yang terkena banjir dengan panas matahari langsung. Dikarenakan, sinar matahari akan mempercepat kerusakan arsip maupun struktur kertasnya. "Diangin anginkan saja menggunakan kipas angin. Kalau ada yang kotor cukup diusap dengan kuas halus."

"Pengeringannya juga bisa dibantu dengan setrika tapi tetap dilapisi kertas dibagian atas arsip dengan panas tertentu," imbau Agung. Pihak ANRI memberikan layanan ini cuma cuma bagi pemilik arsip yang rusak dikarenakan bencana alam. Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan akan dipermudahnya warga dalam membuat dokumen catatan sipil (capil) milikwarga Bekasi yang terendam banjir.

Kepala Dinas Dikcapil Kota Bekasi, Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi warganya untuk pembuatan dokumencatatansipilyangrusakkarenabanjir. "Tentu kami juga akan memberi dispensasi kepada warga yang terkena banjir untuk pembuatan dokumen catatan sipil yang baru," ucap Taufik dilansir . Diketahui, selain dokumen dokumen catatan sipil warga, Kantor Dinas Dukcapil Kota Bekasi juga kehilangan puluhan unit komputer dan printer yang berada di lantai dasar gedung tersebut.

Beruntung, server data semuanya beraada di lantai dua sehingga aman dari rendaman banjir yang menerjang kantor Dukcapil Kota Bekasi. Sementara, di tempat berbeda, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi juga sepakat untuk membantu pembuatan catatan sipil warganya yang kehilangan dan mengalami kerusakan. "Apalagi ini juga merupakan intruksi langsung dari pemerintah pusat jadi kami setuju dan siap membantu masyarakat yang terkena banjir," jelasnya.

Diketahui, banjir melanda kawasan DKI Jakarta sejak Rabu (1/1/2020). Curah hujan berintensitas tinggi terjadi sejak Selasa (31/12/2019). Banjir dan longsor yang terjadi di Jabodetabek berdampak pada ratusan ribu warga.

Hingga Senin (6/1/2020), korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Jabodetabek berjumlah 67 orang.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close