Pendidikan

Ada Mapel Cara Hidup Bahagia 13 Mata Pelajaran Unik dari Berbagai Negara yang Tak Ada di Indonesia

Pengetahuan adalah hal penting yang perlu diberikan kepada manusia sejak dini. Ada berbagai macam metode pengajaran yang digunakan guru untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid. Namun, memberikan banyak tugas secara konstan kepada anak anak membuat mereka justru kurang bersemangat untuk belajar.

Tampaknya para guru di berbagai negara di dunia menyadari hal ini. Alhasil, sekolah di berbagai negara pun menciptakan mata pelajaran yang unik. Mata pelajaran tersebut membantu anak anak terpikat pada proses belajar dan menikmatinya.

Bright Side menyediakan 13 mata pelajaran unik dari berbagai negara di dunia. Bahkan, ada mata pelajaran yang mengajarkan cara hidup bahagia. Jika ditinjau, 13 mata pelajaran tersebut tidak dimiliki oleh sistem pendidikan di Indonesia.

Berikut 13 mata pelajaran unik dari berbagai negara di dunia : Bagaimana caranya menjadi bahagia? Banyak dari kita ingin tahu rahasianya.

Di Jerman, anak anak belajar untuk hidup dalam harmoni dengan diri mereka sendiri dan dunia di sekolah. Pelajaran kebahagiaan ada pada lebih dari 100 sekolah. Satu di antaranya adalah sekolah di Heidelberg.

Mata pelajaran ini diajarkan oleh kepala sekolah. Tidak ada tes atau ujian. Namun, selama tahun ajaran, setiap siswa mencoba untuk membuat proyek kebaikan mereka menjadi kenyataan.

Misalnya, mereka merekam video yang dapat membuat orang lain sedikit lebih bahagia. Mereka juga menjadi sukarelawan atau menyelenggarakan acara amal. Pelajaran sekolah ini juga diajarkan di sekolah lain di seluruh dunia, seperti Bhutan, Kreta, dan Australia.

Di Geelong, Australia, program ini disebut "pendidikan positif." Program ini didasarkan pada penelitian Martin Seligman yang masih aktif meneliti cara cara untuk bahagia. Ini adalah kelas praktik.

Siswa pergi ke berbagai tempat di area kota. Misalnya, ke pertanian lokal, pasar, restoran, atau pabrik pengolahan limbah. Pelajarannya dilaksanakan seminggu sekali, selama 5 jam.

Setelah pelajaran berakhir, guru mendiskusikan bagian teoretis dari pelajaran. Jika pelajarannya tentang makanan, anak anak mencari tahu dari mana makanan itu berasal. Mereka juga mencari tahu berapa harga mentahnya, bagaimana sayuran ditanam, dan sebagainya.

Setelah mempelajari informasi baru, para siswa “membuka restoran”. Mereka membeli dan menyiapkan makanan, melayani pembeli, dan membersihkannya sendiri. Selain itu, mata pelajaran ini juga mencakup pengembangan merek dan konsep restoran, mempelajari sistem produksi makanan, perhitungan kegunaan makanan, mengumpulkan bahan, dan belajar bagaimana merekrut karyawan.

Kelas komunikasi adalah mata pelajaran wajib di Spanyol. Semua siswa Spanyol dari usia 3 hingga 11 tahun menghadiri kelas ini. Pelajarannya sangat menyenangkan.

Para siswa menonton film dan mendiskusikan topik yang bersangkutan. Topik topik itu seperti komunikasi dengan orang lain dan memecahkan masalah yang berbeda. Anak anak belajar mengendalikan emosi dan mendengarkan orang lain.

Setiap minggu, mereka membahas masalah sosial yang sangat serius. Pelajaran serupa disertakan di sekolah sekolah Israel. Beberapa siswa berbagi kekhawatiran mereka.

Kemudian, seluruh kelas mendiskusikan solusi atas masalah tersebut. Mata pelajaran tugas rumah tangga berlaku di Swedia. Mapel ini tidak hanya untuk anak perempuan, tetapi juga laki laki.

Semua orang duduk bersama, menjahit, menggunakan palu, dan membangun rumah burung. Mereka juga belajar memasak. Kelas ini juga mengajarkan teori tentang aturan makan sehat, perhitungan nutrisi penting, dan bahkan penganggaran.

Anak anak Swedia diperlakukan seolah olah mereka orang dewasa. Mereka diajarkan untuk berhemat dan mandiri. Jadi, selain mengajarkan tugas rumah tangga, guru juga berbicara tentang keterampilan menjadi klien.

Para siswa mempelajari hak hak mereka dan bagaimana memperjuangkannya jika bekerja di toko atau kantor pemerintah. Sejak kecil, anak anak Inggris merasa betah di hutan. Pada usia yang sangat muda, mereka belajar bagaimana mengarahkan diri di hutan, melihat cabang, membuat api, membangun gubuk, dan membedakan tanaman yang dapat dimakan maupun yang tidak.

Di beberapa sekolah, mereka memiliki kelas Sekolah Hutan setiap hari. Bagaimana mereka bisa sering keluar di alam? Jawabannya sederhana: ada “hutan” kecil (lahan dengan banyak pepohonan) yang tidak jauh dari sekolah.

Para siswa cukup berjalan sekitar 10 menit untuk sampai ke sana. Di Belanda, pelajaran ini diajarkan di kelas bahasa. Anak anak dibagi menjadi dua tim yang harus berjuang mempertahankan opini mereka.

Anak anak tidak diperbolehkan untuk memilih sudut pandang yang paling mereka sukai. Semuanya tergantung pada keberuntungan. Guru memperkirakan seberapa baik informasi itu disajikan.

Yang paling penting, guru mengawasi tanda tanda memanasnya suasana jika terjadi adu argumen. Sehingga, anak anak mengembangkan toleransi terhadap orang lain. Akhirnya, mereka memahami bahwa semua masalah memiliki setidaknya dua sisi.

Mata pelajaran ini juga diajarkan di Israel. Di sana, anak anak mendiskusikan teknik berbicara, konten, bahasa tubuh, mimik, dan sensasi internal yang dialami selama berdebat. Jika orang dewasa merasa sulit untuk menjauh dari media sosial, hal yang sama berlaku untuk anak anak.

Anak anak memposting foto dan video yang tak terhitung jumlahnya di blog masing masing. Mereka juga memiliki saluran YouTube sendiri. Para orang tua hingga dokter khawatir akan meningkatnya ketergantungan anak anak pada teknologi.

Inilah sebabnya pelajaran keamanan siber muncul di banyak sekolah di Israel. Guru memberi tahu siswa tentang aturan perilaku online dan mengajarkan cara bereaksi dan membalas komentar negatif. Selain itu, anak anak belajar cara agar terhindar dari peretas, komputer dan ponsel yang terkena virus, dan bagaimana melindungi data pribadi mereka.

Mereka juga mempelajari cara agar tidak kecanduan game. Kelas kecerdasan buatan diajarkan di sekolah dasar dan menengah di Cina. Mata pelajaran ini baru ada di Cina pada 2019.

Anak anak belajar tidak hanya tentang sejarah perkembangan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), tetapi juga cara menggunakannya. Misalnya, pengenalan wajah, mengemudi sendiri, dan jaminan sosial. Tak hanya berupa teori, anak anak juga membuat robot untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari.

Siswa sekolah di beberapa negara mendapat kesempatan untuk bermeditasi di sekolah melalui kelas yoga. Mata pelajaran ini diajarkan di sekolah menengah dan tinggi. Pelajaran diadakan 2 kali seminggu pada 40 menit terakhir sekolah.

Untuk dapat mengajar kelas ini, guru harus melalui persiapan 6 minggu. Mereka menaruh banyak perhatian pada bagaimana sistem saraf anak anak bekerja. Mereka juga membantu anak anak yang merasa sulit untuk bermeditasi.

Anak anak yang lebih muda bermeditasi hanya beberapa menit untuk menenangkan diri dan melatih kesabaran. Sementara itu, para remaja belajar untuk menghadapi konflik yang tidak dapat dihindari dalam kelompok. Mereka belajar mengungkapkan emosi dan menyelesaikan semua masalah dengan tenang.

Siswa melakukan latihan pernapasan dan menenangkan diri menggunakan komunikasi tanpa kekerasan. Poin utamanya adalah memikirkan hal hal baik yang bisa dikatakan untuk mengomunikasikan perasaan dengan benar. Australia dikelilingi oleh lautan.

Orang orang berselancar di sana sepanjang tahun. Kelas selancar wajib diikuti oleh anak sejak usia dini. Pada awalnya, pelatih selancar menunjukkan cara menggunakan papan selancar dan bagaimana menjaga keseimbangan.

Jenis olahraga ini sangat cocok untuk tubuh. Selain itu, pelajaran ini mengajarkan anak anak untuk hidup dalam harmoni dengan alam dan bagaimana mengendalikannya. Tidak semua anak bisa mengambil mengambil mata pelajaran ini.

Hanya mereka yang hidup dekat dengan laut yang dapat mengikutinya. Anak anak yang sekolahnya jauh dari air memiliki kelas wajib lainnya, yakni berenang. Selain di Australia, berselancar juga menjadi mata pelajaran sekolah di Selandia Baru dan Hawaii.

Orang Jepang berpikir bahwa mempelajari alam tidaklah cukup, kita harus mengaguminya. Di Jepang, sebelum Buddhisme, ada keyakinan Shintoisme. Salah satu prinsip utamanya adalah kekaguman alam.

Saat ini, banyak sekolah di Jepang menawarkan pelajaran kekaguman alam dan bersifat wajib. Ini bukan kelas yang membosankan di dalam kelas, tetapi kunjungan yang menarik. Anak anak tidak hanya melihat tempat indah, tanaman, burung, dan hewan dalam gambar, tetapi juga secara nyata.

Guru tidak hanya menunjukkan dan memberi tahu. Mereka mengajar anak anak untuk mencintai dunia di sekitar mereka. Guru mengajak anak anak untuk melihat keharmonisan dalam peristiwa alam dan berhati hati tentang apa yang mereka lakukan di alam.

Selain itu, anak anak tidak hanya sekadar berjalan tanpa memperhatikan guru. Di akhir kelas, mereka harus dapat menjelaskan pengalaman yang paling disukai dalam kunjungan, dan mengapa mereka menyukainya. Anak anak akan mendapatkan nilai untuk pengetahuan dan keterampilan mereka.

Pada akhir tahun, mereka juga mengikuti ujian khusus. Dalam 3 tahun pertama sekolah dasar di Turki, ada 4 pelajaran utama. Pelajaran tersebut yaitu bahasa Turki, matematika, bahasa asing, dan Hayat Bilgisi yang berarti ilmu kehidupan.

Di sinilah anak anak mulai belajar tentang dunia di sekitar mereka. Mereka belajar tentang bagaimana menjaga kesehatan dan alam, mengapa mereka harus menghormati semua orang tanpa pengecualian, serta peristiwa apa yang terjadi di negara dan dunia. Semua pertanyaan tersebut akan terjawab dalam mata pelajaran ini.

Selain itu, guru juga mengajarkan etiket dan aturan perilaku ketika mengunjungi rumah orang lain. Anak anak belajar tentang perilaku yang baik dan bagaimana bersikap sopan tetapi aman dengan orang asing. Pada tahun ke 4, mata pelajaran ini diganti dengan ilmu pengetahuan dan studi sosial.

Di Vietnam, pendidikan masih menjadi kemewahan yang tidak semua orang mampu. Namun, anak anak Vietnam mempelajari apa yang baik dan apa yang buruk pada usia 6 tahun. Di sekolah, ada mata pelajaran wajib yang disebut "moral."

Guru tidak hanya mengatakan "Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan", tetapi menjelaskan alasannya. Selain itu, guru juga akan menjelaskan apa akibat dari setiap tindakan.

Tags
Show More

Fatuni Zulaikha

Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close